Masih

Kubalut tulangku
dan tinggalkannya
di luar rumah ini
di jalan raya sana

dua kaki berdiri atas prinsip
dua tangan dambakan hangat masing-masing
asap dingin meresap keluar dari tekak yang lebih dingin
kegelapan jatuh, dedaun tiada tempat untuk pergi

ia berpintal ke bawah
menggigit kata-kata seperti lolongan serigala
benci diludah keluar dari mulut masing-masing
tapi kita masih tidur seolah kekasih

masih dengan kaki bersentuh
masih dengan mata bertemu
masing dengan tangan yang padan
masih dengan jantung berdegup.

- Still, Daughters